Description
JUDUL EBOOK: OSTEOARTRITIS: DARI PATOGENESIS HINGGA TATALAKSANA TERKINI
PENULIS : Arief Nurudhin, Yulyani Werdiningsih, Indrayana Sunarso, Nurhasan Agung Prabowo
HALAMAN : vi, 120
SINOPSIS:
Osteoartritis: Dari Patogenesis hingga Tatalaksana Terkini disusun sebagai referensi ringkas-komprehensif yang menjembatani ilmu dasar dengan praktik klinik di layanan primer hingga rujukan. Buku ini menempatkan OA bukan sekadar “keausan”, tetapi sebagai penyakit organ sendi multi-jaringan dengan interaksi mekanik, metabolik, dan inflamasi yang menghasilkan fenotip klinis heterogen. Struktur buku mengikuti alur pembelajaran klinis: dari anatomi-biomekanik sendi sinovial dan fungsi sinovium, berlanjut ke epidemiologi dan beban penyakit, lalu mendalami patofisiologi—mulai dari disregulasi matriks kartilago, sinovitis, dan perubahan tulang subkondral hingga jalur molekuler kunci seperti NF-κB/MAPK, Wnt/β-catenin, dan TGF-β—yang menjelaskan hubungan antara lesi struktural, nyeri, dan disabilitas.
Pada bagian diagnosis dan klasifikasi, pembaca dipandu menggunakan kriteria ACR/EULAR/NICE serta skala Kellgren–Lawrence secara berjenjang, sambil memahami kapan X-ray cukup, kapan USG berguna untuk memandu tindakan, dan kapan MRI diperlukan pada kasus kompleks. Pendekatan ini menekankan integrasi temuan klinis dan pencitraan untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan menilai derajat penyakit secara konsisten.
Bab tatalaksana konvensional menegaskan prinsip multimodal dan personalisasi: edukasi dan self-management, exercise terstruktur, penurunan berat badan, serta farmakoterapi rasional (NSAID topikal/oral, parasetamol, duloxetine, dan injeksi kortikosteroid/HA terpilih) dengan evaluasi risiko GI/KV/renal yang ketat, hingga indikasi rujukan bedah pada gejala refrakter. Semua diramu sejalan dengan pedoman ACR/AF 2020, OARSI 2019, NICE NG226 2022, dan EULAR (inti non-farmakologis).
Menjawab kebutuhan praktik kontemporer, buku ini juga mengulas terapi terkini (PRP, proloterapi, mesenchymal stromal cells/sekretom, sistem penghantaran obat berbasis biomaterial) beserta posisi mereka terhadap pedoman—dengan penekanan pada seleksi pasien, standar prosedur, dan ekspektasi klinis yang realistis. Bagian rehabilitasi dan fisioterapi menyajikan paket intervensi berbasis bukti (aerobik berdampak rendah, penguatan, ROM/fungsional, hidroterapi, TENS/ultrasound, terapi okupasi & ergonomi) dan model tim multiprofesi, lengkap dengan program 6–12 minggu dan pemantauan WOMAC.
Di bab akhir, pembaca diperkenalkan pada arah masa depan: biomarker, qMRI/PET-MRI, kecerdasan buatan untuk stratifikasi risiko, tele-rehabilitasi, serta terapi molekuler/targeted yang tengah memasuki uji klinis—membuka kemungkinan terapi yang lebih presisi dan terjangkau. Buku ditutup dengan simpulan dan rekomendasi praktis untuk klinisi, pendidik, dan peneliti, sekaligus agenda riset/implementasi di Indonesia.
Keunggulan buku ini terletak pada format belajar yang ramah pengguna: tujuan pembelajaran dan poin kunci tiap bab, algoritma langkah-demi-langkah, “dose-box” FITT latihan per sendi, program rehabilitasi 12 minggu, instrumen WOMAC/KOOS siap pakai, checklist keselamatan penggunaan NSAID/COX-2, serta studi kasus klinis terstruktur. Seluruh referensi ditulis dalam gaya Vancouver dan disejajarkan dengan pedoman internasional mutakhir, sambil menjaga relevansi konteks layanan di Indonesia.





Reviews
There are no reviews yet.