Description
JUDUL EBOOK: JEJAK ASUH DI LAYAR KACA
PENULIS : Pinggir Wiyono, S.Pd, M.Pd
HALAMAN : xxiii, 336
SINOPSIS:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Di era yang penuh kemajuan ini, ‘layar kaca’ atau gawai telah menjadi sahabat sehari-hari bagi keluarga kita. Ia hadir membawa begitu banyak kemudahan, namun, tak dapat dipungkiri, seringkali ia juga menitipkan sebersit kegelisahan di hati kita sebagai orang tua.
Kita, sebagai ayah dan bunda, mungkin adalah generasi pertama yang ditakdirkan mengasuh buah hati di tengah dunia yang begitu terhubung oleh layar. Sebuah zaman di mana berbagai ujian (fitnah) dapat menemukan jalannya hingga ke dalam kamar pribadi anak-anak kita melalui gawai di genggaman mereka.
Dari rasa kegelisahan yang tulus inilah buku “Jejak Asuh di Layar Kaca” ini hadir. Penulisnya, Bapak Pinggir Wiyono, S.Pd, M.Pd, dengan penuh kerendahan hati mengajak kita untuk merenung bersama.
Judul ini menyimpan makna yang begitu dalam. Ia bukan sekadar panduan tentang bagaimana kita membimbing ‘jejak’ digital buah hati kita di dunia maya.
Namun, ia terlebih dahulu adalah sebuah cermin lembut untuk kita: ‘Jejak’ apa yang sesungguhnya kita—sebagai orang tua dan teladan—tinggalkan di layar kaca kita sendiri? Sebab, ananda kita tidak hanya menyimak apa yang kita ucapkan; mereka merekam dengan saksama apa yang kita lakukan. Mereka melihat bagaimana jari-jemari kita menari di media sosial, bagaimana tatapan mata kita enggan beralih dari layar saat mereka mencoba berbicara, atau bagaimana gawai lebih dahulu menyapa kita di pagi hari sebelum kita menyentuh Al-Qur’an.
Menyadari bahwa teori pengasuhan modern mungkin tak lagi memadai untuk menjawab tantangan ini, buku ini dengan santun mengajak kita untuk kembali melabuhkan sauh ke dermaga yang paling menenangkan: yakni petunjuk abadi Al-Qur’an dan Sunnah, sesuai dengan pemahaman para generasi terbaik umat ini (Salafus Shalih).
Dengan bahasa yang meneduhkan hati, kita akan dibimbing untuk menapaki kembali tiga pilar pengasuhan yang tak lekang oleh waktu:
-) Pilar Keteladanan (Uswah): Bagaimana kita memulai perbaikan dari diri sendiri. Menata konsistensi antara ucapan dan perbuatan (Shidq), menjaga adab lisan digital kita, hingga adab mulia dalam meletakkan gawai saat berinteraksi dengan keluarga.
-) Pilar Pengawasan (Muraqabah): Bagaimana menanamkan pondasi utama, yaitu Tauhid, jauh sebelum mengenalkan gawai. Bagaimana menumbuhkan ‘CCTV Ilahi’ (Muraqabatullah) di dalam kalbu ananda, yang penjagaannya jauh lebih hebat daripada parental control manapun. Pilar ini juga menuntun kita dengan penuh hikmah: bagaimana mengawasi tanpa memata-matai (tajassus), dan bagaimana merangkul dengan kasih saat ‘jejak’ ananda tak sengaja terpapar hal yang tak baik.
-) Pilar Doa: Sebuah pengakuan akan keterbatasan kita sebagai hamba. Menjadikan doa sebagai senjata terlembut namun terkuat, seraya memohon perlindungan-Nya dari fitnah syahwat, syubhat, dan bahaya ‘Ain yang kini marak di media sosial.
Buku ini sejatinya adalah sebuah ‘nasihat untuk diri sendiri’, yang ditulis sebagai ‘teman seperjalanan’ bagi siapa pun diri kita apakah sebagai orang tua yang tengah berjuang, sebagai pendidik (asatidz) yang membimbing umat, sebagai para santri penuntut ilmu, ataupun sebagai remaja yang sedang mencari jati diri.
Semoga ia menjadi ikhtiar sederhana untuk bersama-sama mencetak generasi Rabbani yang selamat menapaki zaman, di tengah arus ‘layar kaca’ yang kian menantang.





Reviews
There are no reviews yet.