Description
JUDUL BUKU : LITERASI KEWARGANEGARAAN DIGITAL
PENULIS : Atri Waldi, S.Pd., M.Pd., Dra. Reinita, M.Pd., Yesi Anita, S.Pd., M.Pd., Hasmai Bungsu Ladiva, S.Pd., M.Pd .
HALAMAN : xiii, 337
SINOPSIS :
Buku ajar ini hadir sebagai respons akademis terhadap paradoks yang tengah dihadapi Indonesia: negara dengan lebih dari 215 juta pengguna internet aktif, namun indeks literasi digitalnya masih rendah di angka 3,54 dari skala 5. Berangkat dari keprihatinan ini, para penulis membangun sebuah kerangka pendidikan yang tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis digital, melainkan membentuk warga negara yang kritis, etis, dan berdaya dalam kehidupan demokratis era digital.
Buku ini membuka pembahasannya dengan menelusuri evolusi konsep literasi dari kemampuan baca-tulis sederhana hingga konstruk multidimensional yang mencakup kesadaran kritis dan partisipasi sosial. Fondasi pemikiran Freire, Street, dan Gilster digunakan untuk menegaskan bahwa literasi sejati adalah kemampuan membaca dunia secara kritis, bukan sekadar penguasaan teknologi. Dari sini, konsep literasi kewarganegaraan digital dirumuskan sebagai perpaduan antara kompetensi digital dan kesadaran kewarganegaraan yang bertanggung jawab.
Pembahasan kemudian meluas ke berbagai dimensi kehidupan digital warga negara: bagaimana algoritma dan platform membentuk opini publik melalui filter bubble dan echo chamber; bagaimana identitas digital dikonstruksi dan jejak data dikelola secara etis; bagaimana hak-hak digital seperti perlindungan privasi dan kebebasan berekspresi dijamin oleh regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi; serta bagaimana warga negara dapat mengenali dan melawan arus disinformasi yang mengancam kualitas demokrasi.
Buku ini juga mengkaji partisipasi politik digital, keamanan siber, ekonomi platform, hingga dampak gig economy terhadap hak-hak pekerja digital. Semua itu kemudian diterjemahkan ke dalam kerangka pendidikan yang konkret menawarkan model pedagogis seperti project-based learning dan service learning untuk mengintegrasikan literasi kewarganegaraan digital ke dalam Kurikulum Merdeka. Buku ditutup dengan visi ke depan: menghadapi tantangan AI generatif, algorithmic governance, dan metaverse sebagai arena kewarganegaraan baru, seraya menegaskan cita-cita membentuk Warga Negara Digital Indonesia yang aktif, kritis, dan berjiwa Pancasila.





Reviews
There are no reviews yet.